Mari Menerawang Peluang Bisnis Drone di Indonesia

BPR DBL – Mari Menerawang Peluang Bisnis Drone di Indonesia. Seiring pesatnya perkembangan teknologi di dunia, penggunaan drone dalam berbagai aktivitas juga semakin meningkat. Bisnis drone pun semakin banyak ditemui di kota-kota besar seperti Jakarta. Lantas, bagaimana pasar drone di Indonesia?

Pemilik DJI Authorized Retail Store Pondok Indah Mall, Suhardi, mengatakan, bisnis drone di Indonesia sendiri memiliki potensi yang besar. Sebab, kebutuhan memanfaatkan drone juga terus meningkat.

“Untuk Indonesia itu pasar dalam bisnis drone itu besar. Karena misalkan sekarang production house pakai drone, polisi lihat lalulintas pakai drone, bahkan selfie pakai drone. Terutama lifestyle itu semua butuh drone,” ujar Suhardi di Pondok Indah Mall, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Suhardi mengatakan, bisnis drone di Indonesia sendiri sudah mulai ramai pada tahun 2015 lalu. Selain itu, perkembangan bisnis drone dari tahun ke tahun meningkat hingga 25%.

“Pasar Indonesia ada peningkatan bisnis drone per tahunnya itu sekitar 20-25%,” terang Suhardi.

Hal ini dikarenakan fungsi drone yang dianggap lebih praktis untuk melakukan tugas-tugas yang selama ini sulit dilakukan. Seperti misalnya, pengambilan gambar proyek infrastruktur dari udara.

Bila selama ini harus menggunakan helikopter dengan biaya yang terbilang tak murah. Pengambilan gambar baik itu foto maupun video dinilai lebih ekonomis bila menggunakan drone yang harga per unit-nya berkisar Rp 7,6 juta, hingga mencapai Rp 40 juta.

“Untuk yang Rp 7,6 juta itu paling rendah, biasanya untuk foto atau video udara biasa. Itu ukurannya lebih kecil dan mudah dibawa kemana-mana,” terang Suhardi.

Dengan kisaran harga tersebut, drone bahkan bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan yang lebih ekstrem.

“Untuk yang harga Rp 40 juta, itu jenisnya Inspire 2, spesifikasinya jauh lebih bagus. Itu bisa menggunakan kamera infra red. Jadi lebih ke kebutuhan spesifik, dia bisa taruh kamera yang harga Rp 8 juta sampai kamera Rp 80 juta. Kamera infra red bisa untuk sensor panas. Bisa untuk mencari orang saat kebakaran,” terangnya.

“Atau misalnya ada kebakaran hutan, itu kan biasanya gambut. Apinya itu kan di dalam, jadi bagaimana kita mencari sumber api itu? Nah itu bisa dengan menggunakan infra red dari drone untuk mencarinya. Jadi memang digunakan untuk kalangan profesional,” tambah dia.

Meski peluang pasarnya masih terbuka lebar, diakui Suhardi, bisnis drone sulit dilakukan bila hanya berambisi untuk mengejar untung semata. Sebab, kata dia, butuh kesabaran dalam menjalankan bisnis yang terbilang baru ini. Ditambah butuh modal yang cukup besar untuk memulai bisnis drone yang bermerk seperti DJI.

“Ya minimal beberapa ratus juta lah. Sekitar 300-500 juta. Jadi memang harus berawal dari hobi terlebih dahulu. Kalau enggak, lumayan sulit jalanin bisnis baru ini,” tutupnya. (dna/hns)

Nah untuk Anda yang ingin terjun langsung ke dalam bisnis drone, Anda bisa mendapatkan tambahan modal dari BPR DBL hingga 1 Milyar, caranya klik link berikut >> Pinjaman Dana Tunai.

Sumber: finance.detik.com



Leave a Reply