Menghitung Biaya Renovasi Rumah 2017

BPR DBL – Menghitung Biaya Renovasi Rumah 2017. Biaya renovasi rumah memang merupakan pengeluaran yang tidak dapat dihindari dalam kebutuhan rumah tangga. Perombakan berskala kecil termasuk renovasi dapur dan kamar mandi tentunya lebih sering dilakukan daripada yang lainnya, seperti penambahan tingkat lantai bangunan. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk renovasi kecil pun kadang kala melebihi dana yang diperkirakan sebelumnya. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda menghitung rencana pengeluaran untuk setiap renovasi rumah dengan sedetail mungkin untuk hasil yang maksimal.

Untuk menghindari estimasi dana yang terlalu rendah, perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus dilakukan dari tahap persiapan hingga ke tahap penyelesaian. Adapun RAB renovasi rumah dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu biaya persiapan, biaya struktur bangunan dan biaya arsitektur. Biaya perencanaan meliputi penyediaan listrik, air, pembuatan bouplank, dan pembongkaran puing-puing bangunan.

Biaya struktur bangunan besarnya tergantung pada luas bagian rumah yang akan direnovasi karena mencakup biaya pembuatan pondasi, balok, material lantai dan atap. Sementara itu, pembayaran jasa tukang termasuk pemasangan atap, instalasi saluran air dan listrik, pemasangan batu bata dan lantai keramik dimasukkan dalam kategori biaya arsitektur. Ketiga jenis biaya tersebut kemudian dijumlahkan dan inilah perkiraan jumlah dana yang dibutuhkan.

Menghitung Biaya Renovasi Rumah 2017

Perincian RAB rumah biasanya diukur dengan satuan per meter persegi (/m2), jadi biaya yang dikeluarkan tergantung juga dengan luas area. Adapun estimasi biaya kebutuhan dasar renovasi rumah per meter persegi, yakni:

  1. Penggantian lapisan lantai keramik: Rp 500.000
  2. Pengecatan ulang dinding atau langit-langit: Rp 45.000
  3. Ganti plafon gypsum: Rp 150.000
  4. Ganti rangka atap menjadi rangka galvanize: Rp 170.000 – 200.000
  5. Penutup atap: Rp 80.000 – 150.000

Berdasarkan pengeluaran untuk material dan jasa, adapun contoh perkiraan minimal biaya material dasar dan pertukangan untuk Renovasi Rumah tipe 36 adalah sebagai berikut:

  1. Tujuh Karung semen: 7 x 65.000 = 455.000
  2. Dua pickup pasir: 2 x 200.000 = 400.000
  3. Dua karung gamping: 2 x 180.000 = 360.000
  4. Seribu buah batu bata: 1.000 x 400 = 400.000
  5. Enam dus keramik lantai: 6 x 50.000 = 300.000
  6. Biaya tukang dan kuli selama tujuh hari: 7 x 150.000 = 1.050.000

TOTAL: 2.965.000

Baca Juga: Tips Renovasi Rumah Agar Hemat Biaya

Biaya Tiap Renovasi Rumah Berbeda

Perlu diketahui bahwa biaya renovasi rumah akan berbeda untuk setiap bagian rumah yang akan direnovasi. Misalnya, biaya yang dibutuhkan untuk renovasi kamar mandi akan lebih besar dibandingkan dengan renovasi kamar tidur. Ini disebabkan oleh tingkat kerumitan dan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan. Jika kamar tidur umumnya membutuhkan pekerjaan yang lebih simpel jika dibandingkan dengan kamar mandi yang membutuhkan instalasi air, sanitasi, dinding keramik, bak mandi dan lain-lain.

Atap merupakan bagian rumah yang paling sering direnovasi karena mudah terjadi kebocoran. Untuk renovasi atap, dapat dilakukan penggantian rangka atap dengan rangka galvanize, genteng dan plafon. Perhitungan biayanya yakni mengalikan jumlah untuk keda pekerjaan per meter persegi tersebut di atas dengan total luas atap yang akan diganti, dan ditambah dengan biaya tukang per hari. Misalnya untuk penggantian genteng dan plafon seluas 2 x 2 m, dibutuhkan biaya sebesar: (4 m2 x (Rp 90.000 + Rp 130.000)) = Rp 880.000.

Kamar mandi yang sering mampet juga menjadi salah satu target renovasi yang paling sering. Bagian ini cukup memakan banyak biaya karena banyaknya hal yang harus dikerjakan. Renovasi skala kecil namun rumit, contohnya untuk memasang wastafel maupun WC, biasanya membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 2 – 5 juta rupiah karena harus mengatur instalasi air dan sanitasi. Sedangkan, untuk skala yang lebih besar misalnya penggantian ubin, dapat dihitung pula per meter persegi. Untuk pengubinan lantai kamar mandi seluas 2 x 2m maka biaya yang dibutuhkan adalah sekitar (4 x Rp 400.000) = Rp 1.600.000.

Tentu saja, Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk mengubah penampilan maupun sekedar memperbaiki bagian tertentu rumah Anda. Terkadang, kendala keuangan menyebabkan perbaikan rumah tertunda, sehingga pada akhirnya bagian rumah yang akan direnovasi akan bertumpuk menjadi suatu agenda besar.

Hal ini bisa ditanggulangi dengan memanfaatkan Pinjaman Dana Tunai untuk renovasi rumah di BPR DBL. Dengan produk Kredit Multiguna Anda akan mendapatkan dana tunai yang bisa digunakan untuk biaya renovasi rumah. Persyaratannya pun mudah, kami dapat membantu Anda mengurus semuanya sampai dana Anda terima. Tertarik? Segera hubungi BPR DBL di 0217702530 atau ajukan secara online dengan mengisi Form Aplikasi Pinjaman.



Leave a Reply