Akhir-akhir ini berbagai media telah ramai memberitakan segala hal tentang haji. Ya sebentar lagi Idul Adha akan segera tiba. Moment yang terjadi ditiap tahunnya ini menjadi hal sakral bagi umat muslim. Semua umat muslim di dunia pasti ingin menjalankan rukun Islam dengan sempurna. Di dalam salah satu rukun Islam disebutkan untuk menunaikan ibadah haji. Beribadah haji tentunya merupakan impian dari setiap umat. Namun pada kenyataannya, melaksanakan ibadah haji harus mempersiapkan berbagai kebutuhan penting. Selain dari segi jasmani dan rohani rupanya dalam segi biaya juga patut diperhitungkan.
Ya memang, ibadah haji memerlukan dana yang cukup besar dari sisi keuangan namun tidak berarti yang dapat menunaikan ibadah ini hanya orang-orang kaya saja. Jika ilihat dari sisi ekonomi, sebagian masyarakat Indonesia terutama dari kalangan menengah bawah merasa putus asa untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci tersebut karena faktor biayanya. Mirisnya lagi, untuk kalangan menengah keatas cenderung menyepelekan dengan tidak menyisihkan dana dari jauh-jauh hari, akibatnya melaksanakan haji juga sulit terlaksana.
Persiapkan Dana Sedini Mungkin Selagi Muda
Sebenarnya, berangkat ke Tanah Suci akan lebih mudah terlaksana jika Anda melakukan perencanaan terhadap keuangan dengan baik, karena investasi untuk dana haji tidaklah sesulit itu. Anda harus memilih terlebih dahulu jenis keberangkatan yang diinginkan. Saat ini di Indonesia tersedia ONH (Ongkos Naik Haji) reguler atau biasa yakni biaya standar yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, ada juga Haji Khusus yang memberikan fasilitas lebih lengkap dan biayanya tergantung dari daerah mana jamaah haji tersebut berasal.
Pada ONH reguler, untuk mendapatkan porsi haji Anda harus memberikan setoran awal sebanyak Rp25.000.0000 kepada beberapa bank yang ditunjuk oleh Departemen Agama dan sisa biayanya bisa ditransfer mengikuti biaya penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah ditetapkan oleh DPR pada tahun keberangkatan. Dan BPIH ini setiap tahunnya berubah mengikuti kenaikan biaya penerbangan, biaya pemondokan di Mekkah, dan biaya hidup per masing-masing orang, dan juga kurs terhadap dollar. Jika nominal Rp25.000.000 ini semakin lama terkumpul, maka semakin lama juga Anda mendaftar dan otomatis untuk mendapatkan porsi keberangkatan haji juga semakin lama. Masa tunggu setelah mendapatkan porsi haji di Indonesia adalah 9-20 tahun.
Dengan kata lain, Anda harus menyiapkan kembali sisa biayanya sesuai dengan tahun Anda mendapatkan keberangkatan haji. Namun untuk Haji Khusus, Anda harus menyiapkan dana awal sebesar US$5,000 untuk mendapatkan porsi Haji Khusus yang pada umumnya akan terbagi untuk Travel Haji Khusus dan setoran awal BPIH ke Departemen Agama. Jika Anda sudah mendapatkan porsi Haji Khusus, Anda di haruskan untuk membayar lunas biaya haji kepada travel haji tersebut. Kisaran biaya secara keseluruhan mulai dari US$9,000 – US$12,500 tergantung dari travel haji yang Anda gunakan.
Untuk dapat menyanggupi ONH tersebut pun harus disiasati dengan lajur keuangan yang jelas dan baik. Pilih produk keuangan untuk investasi haji, apakah tabungan haji, deposito, atau emas. Saran terbaik adalah tabungan haji, mengingat sifat dari produk ini tidak menyediakan fasilitas ATM, tidak dapat diambil sewaktu-waktu, terdapat bunga tabungan, dan tidak dipotong biaya administrasi. (Klik Tabungan BPR DBL) Karena tidak bisa diambil sewaktu-waktu, maka dana ini aman dari tangan manusia yang terkadang boros.

