Kredit Multiguna BPR DBL Tingkatkan Omset Warung Sate Pak Udin

Bisa dibilang, kesuksesan Pak Udin dalam menjalankan usaha warung sate miliknya, tak terbayangkan sebelumnya. Pasalnya, kepergiannya dalam perantauan ke Jakarta adalah untuk menuntut ilmu. Ya, selepas menamatkan pendidikan SLTA dikampung halamannya Boyolali, ia bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Jakarta. Namun, lantaran masalah biaya, kuliahnya pun terkendala. Harapannya menjadi seorang sarjana kian pupus. Ia pun merajut kembali impian yang lain untuk suskes ditengah ganasnya persaingan Ibu Kota. Menjadi buruh pabrik ia lakoni selama setahun, tepatnya tahun 1989. Tak mau hidupnya berjalan monoton, yang hanya mengandalkan gaji bulanan, ia berpindah haluan menjadi seorang wirausahawan. Namun tak serta merta ia lakoni niatnya tersebut. Ia terlebih dahulu belajar dan mencari pengalaman dalam menjalankan usaha warung sate. Sejak itu, ia bekerja dari satu warung ke warung lainnya, semata-mata untuk menambah kesiapannya untuk mandiri. Tepatnya tahun 1993, ia memberanikan diri membuka usaha warung sate di Pamulang, Tangerang Selatan dengan hanya bermodalkan niat dan nekat. 27 Ribu menjadi pendapatan hari pertamanya membuka usaha. 35 Ribu dihari kedua dan seterusnya meningkat dihari berikutnya. Sebab itu, Pak Udin pun mempunyai Feeling bahwa usahanya akan suskes dan maju. Benar saja, kini rata-rata omset warung sate Pak Udin mencapai 4-5 Juta/hari. Tentu semua itu tak lepas dari niat dan usaha Pak udin serta keyakinannya untuk sukses. Selain itu, Kredit Multiguna BPR DBL juga turut andil dalam meningkatkan Omset Warung Sate miliknya.

kredit-multiguna-warung-sate

“Alhamdulillah, segala sesuatu sudah Allah tentukan, termasuk rizki yang diberikan-Nya kepada saya. Enggak nyangka, saya berada pada posisi ini. Niatnya dulu cuma pingin kuliah, eh sekarang punya usaha warung sate. Alhamdulillah, mungkin ini yang disebut takdir,” ujar Khoirudin nama lengakap dari Pak Udin kepada Media BPR DBL di kediamannya, Pamulang Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Dari usaha yang dirintisnya sejak nol, ia mampu membeli kios warung yang sebelumnya ia kontrak tepatnya tahun 1997. Dua tahun kemudian, ia pun mulai membangun rumah yang ia tempati sekarang yang sebelumnya tinggal di kontrakkan. Dan saat ini ia dibantu dengan 6 karyawan dalam menjalankan usahanya. Berkaca pada pengalaman dirinya, ia pun tak segan dalam mengajari karyawannya untuk bisa usaha mandiri. Menurutnya semua oarng berhak sukses, termasuk karyawannya. Berkat didikannya, Alumni karyawan Pak Udin telah banyak yang sukses, seperti yang di Tanjung Priok dan Mangga Dua.

“Alhamdulillah karyawan dari sini pada buka sendiri. Ada yang di Priok, Mangga Dua. Jadi alumni sini banyak dan pada sukses,” ungkap Pak Udin.

Dan yang paling penting menurut Pak Udin adalah bersyukur atas apa yang Allah beri, sekecil apapun itu harus diterima. Dengan rasa syukur, banyak rizki yang tak terduga datang padanya. Ramah pada semua orang tanpa membedakan juga termasuk tips jitu dalam berusaha, selain terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurut Pak Udin, pelanggannya rata-rata berasal dari kalangan menengah atas. Satu porsi Sate Ayam ia hargai 20 Ribu, 28 Ribu Sate Kambing, 20 Ribu Nasi Goreng Ayam/Kambing dan 16 Ribu untuk Tongseng dan Gulai.

“Alhamdulillah, semua ini rizki Allah yang dititipkan pada saya dan suatu saat akan ditanyakan,” pungkas Bapak dua anak ini menuturkan.

Diakhir pembicaraan, Pak Udin menjelaskan kesannya menjadi nasabah BPR DBL.

“Kehadiran BPR DBL sangat membantu perkonomian masyarakat. Karenanya banyak saudara juga saya sarankan untuk pinjam ke BPR DBL bila ada keperluan. Beda dengan tempat lain, syarat dan proses di BPR DBL lebih mudah, jadi kalo ada yang mau Pinjaman Dana Tunai ke BPR DBL aja,” pungkas Khoirudin.

Leave a Response