Casmiyati, Dari Buruh Cuci Sampai Jadi Bos Laundry

Ada pepatah yang mengatakan “Man Jadda Wajada” (Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil). Mungkin pepatah ini pas untuk disematkan pada perjuangan seorang wanita, sebut saja Casmiyati bersama sang suami yang berhasil menggapai impian hidupnya. Lantaran, meski hanya lulusan sekolah dasar dan berasal dari kampung, keduanya mampu bertahan hidup di kota besar seperti Depok. Bahkan saat ini Casmiyati menjadi Bos Laundry dari “Rizal Laundry & Dry Cleaning” di Jl. Merdeka Depok, yang dulunya hanya seorang buruh cuci dari rumah kerumah yang lain.

Tepat setahun pasca reformasi di Indonesia, Casmiyati bersama suami memutuskan hijrah dari kampung halaman. Ingin merubah nasiblah yang menjadi alasan mengapa wanita asal Pemalang, Jawa Tengah ini meninggalkan tanah kelahiran. Depok menjadi tujuan perantauannya saat itu. Dengan bermodalkan ijazah SD, tak banyak kesempatan kerja yang didapat. Menjadi buruh cuci adalah kesehariannya, demi menambah pemasukan ekonomi keluarga. Maklum sang suami saat itu hanyalah seorang tukang becak.

Bertahun-tahun Casmiyati lakoni pekerjaannya dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Begitupun dengan suaminya yang terus mengayuh becaknya tanpa mengenal lelah. Tahun 2008, Casmiyati menjadi karyawan sebuah Laundry. Demikian pula dengan Sobirin sang suami. Profesi becak ia tanggalkan, kemudian menjadi kurir ditempat istrinya bekerja. Selang tiga tahun kemudian, keduanya bersepakat untuk membuka usaha laundry. Berkat bantuan bosnya saat itu, usahanya pun mampu berjalan. Tahun 2013 menjadi tahun bersejarah bagi keduanya. Pasalnya, mulai saat itu usahanya telah betul-betul mandiri dan menghasilkan lembaran-lembaran rupiah yang terbilang melebihi dari yang dibayangkan.

“Alhamdulillah sejak mendapat Pinjaman Modal Usaha dari BPR DBL, usaha laundry saya berkembang dan maju,” uangkap Ibu dua anak ini menjelaskan kepada Media BPR DBL di Kediamannya, Kel. Mekarjaya Depok beberapa waktu lalu.

Casmiyati (4)Bisa dibilang, 15 tahun sejak pertama kali perantauannya, Casmiyati berhasil merasakan manisnya dari sebuah perjuangan. Bahkan ia berencana akan menyekolahkan anakanya sampai perguruan tinggi dan membeli rumah lagi. Dalam mengelola usahanya, ia dibantu dengan karyawan dan berencana membuka cabang baru. Dari usahanya tersebut, ia memperoleh omset rata-rata tak kurang dari 20 Jutaan dalam sebulan. Suatu capaian yang patut ia syukuri.

Meski tempat laundry Casmiyati berada di Depok, pelanggan tetapanya sampai ada yang di  Jakarta Barat. Hal itu karena servis yang diberikan berhasil memuaskan pelanggannya. Casmiyati betul-betul menjaga kualitas pelayanan. Terdapat beberapa paket pilihan laundry yang ditawarkan. Dari yang biasa seharga Rp. 7.000/Kg – Rp. 15.000/Kg untuk yang super exstra. Dan ia pun menerapkan diskon dan gratis antar jemput. Rata-rata ia melayani 50 Kg sampai 100 Kg dalam tiap harinya.

“Kita juga ada diskon dan antar jemput gratis. Paling jauh pelanggan kita sampai Jakarta Barat. Walaupun banyak laundry, tapi kata pelanggan lebih puas ditempat saya,” ujar Casmiyati.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Casmiyati menyampaikan rasa terima kasih kepada BPR DBL yang telah ikut andil  dalam kesuksesannya, khususnya dalam membantu permodalan.

“Terima kasih, semoga BPR DBL terus banyak membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya agar sukses,” pungkas Casmiyati.

Itulah sekelumit kisah suskes salah seorang nasbah BPR DBL yang telah berhasil mengembangkan usaha laundrynya. Bagaimana dengan anda, usaha apa yang anda geluti sekarang? Sudah sukseskah atau masih terkendala masalah dana? BPR DBL sebagai Lembaga Keuangan Perbankan siap membantu permodalan usaha anda. Info lebih lanjut mengenai modal usaha, klik Kredit Modal Kerja.

Leave a Response