Ini Resiko Apabila Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

BPRDBL – Ini Resiko Apabila Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo. Deposito merupakan salah satu alat investasi yang digemari masyarakat, sebab dibanding alat investasi lainnya seperti saham dan reksadana, deposito memiliki risiko yang lebih rendah.

Gak hanya aman, tapi deposito juga memberikan suku bunga yang lebih tinggi ketimbang tingkat inflasi tahunan. Kisarannya dari 4 persen hingga 5,75 persen per bulan.

Dalam segi bunga pun, deposito relatif lebih tetap. Dan, meski ada perubahan akibat fluktuasi dari tingkat suku bunga, nilai pokoknya tidak berubah.

Gak hanya itu aja, penarikan uang deposito memiliki jangka waktu antara 1-24 bulan. Karena itu, kalau Anda mencairkan deposito sebelum jatuh tempo bakal ada beberapa risiko yang akan Anda tanggung

Apa saja risikonya? Yuk simak selengkapnya di bawah ini:

1. Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo Bisa Kena Penalti atau Denda

Penalti atau denda merupakan salah satu cara yang dilakukan bank agar nasabah tidak mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Meski begitu, tidak semua bank menerapkan sistem tersebut seperti salah satunya adalah Bank BCA dan Bank BNI.

Namun beberapa bank seperti Bank Mandiri dan Bank CIMB NIAGA menerapkan sistem penalti kepada nasabah yang mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Jika di Bank Mandiri, Anda akan dikenakan biaya sebesar 0,5 persen dari nominal dana deposito.

Sedangkan Bank CIMB NIAGA menerapkan sistem penalti minimal Rp 100 ribu atau 1 persen dari nominal dana deposito.

Misalnya, Anda membuka deposito sebesar Rp 10 juta untuk jangka waktu 12 bulan. Tapi di bulan ke 8 Anda memutuskan mencairkan dana karena ada urusan mendesak.

Penalti yang harus Anda bayar jjika deposito di Bank Mandiri adalah, nominal deposito x biaya penalti (Rp 10 juta x 0,5 persen) yaitu Rp 50 ribu.

Sedangkan di Bank CIMB NIAGA penalti yang akan Anda bayar adalah biaya penalti x nominal deposito x sisa hari : 365 (total hari per tahun), yaitu

1 persen x Rp 10 juta x 120 hari : 365 = Rp 32.876. Karena jumlah penalti di bawah Rp 100 ribu, maka Anda akan dikenakan biaya penalti minimum yaitu Rp 100 ribu.

2. Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo Gak Dapat Bunga Berjangka

Risiko lain yang mungkin Anda dapatkan dari mencairkan deposito sebelum jatuh tempo adalah bunga deposito berjangka tidak akan dibayarkan oleh pihak bank.

Sama halnya dengan penalti, gak semua bank menerapkan sistem ini tapi persyaratan itu berlaku untuk Bank BCA dan Bank BNI.

Perhitungan antara ke dua bank tersebut pun juga sama.

Contohnya:

Budi membuka deposito sebesar Rp 10 juta untuk jangka waktu 12 bulan. Karena harus membayar biaya RS ibunya, Andi memutuskan untuk mencairkan deposito di bulan 10.

Jadi, Budi hanya akan mendapatkan bunga deposito dari bulan pertama hingga di bulan sembilan dan tidak mendapatkan bunga untuk bulan sepuluh.

Lalu, berapa total dana deposito yang akan diperoleh Budi?

  • Bunga deposito di Bank BCA untuk tenor 12 bulan: 4,25 persen per jatuh tempo (0,35 persen per bulan)
  • Jumlah deposito: Rp 10 juta
  • Bunga deposito yang didapatkan Andi: Rp 10 juta x 0,35 persen x 9 = Rp 315 ribu

Jadi, total uang yang diperoleh Andi adalah Rp 10 juta + Rp 315 ribu = Rp 10.315.000

Namun, jika Budi mencairkan dana deposito tepat saat jatuh tempo atau 12 bulan, maka Budi akan mendapatkan bunga deposito sebesar Rp 425 ribu dengan perhitungan Rp 10 juta x 4,25 persen (dana deposito x bunga).

Dan total dana deposito yang diperoleh Budi adalah Rp 10 juta + Rp 425 ribu = Rp 10.425.000.

Hal itu tentu akan merugikan Anda kan?

3. Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo Akan Membuatmu Tergoda Menggunakan Uang Itu

Risiko lainnya mencairkan bunga deposito sebelum jatuh tempo lainnya adalah memungkinkan Anda menggunakan uang tersebut untuk hal yang gak penting.

Saat itu Anda membutuhkan uang sebesar Rp 5 juta untuk biaya masuk sekolah anak. Tapi dana deposito yang Anda dapatkan adalah sebesar Rp 10.315.000 karena Anda mencairkan dana sebelum jatuh tempo yaitu di bulan ke 10 seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Hal itu bisa membuatmu tergoda untuk menggunakan sisa uang tersebut untuk menggunakan sesuatu yang gak penting.

Karena itu, jika Anda ingin mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo sebaiknya pikirkan dengan matang apakah alasannya memang mendukung.

Dan pikirkan lagi sisa dana dari deposito itu akan pergunakan untuk apa saja agar Anda tidak membuang uang sisa-sisa kan?

Nah, itu dia tiga risiko yang akan Anda dapatkan jika mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo. Tetapi ada solusi lain bagi Anda yang ingin mendapatkan bunga utuh tanpa terkena penalti yaitu dengan menempatkan Deposito di BPR DBL. Karena, Deposito di BPR DBL bebas penalti walaupun dana Anda cairkan sebelum jatuh tempo. Menarik bukan? Ayo segera tempatkan Deposito Anda di BPR DBL sekarang!

Leave a Response