Joko Suyanto (Ketua Umum DPP Perbarindo): “Saatnya BPR/S Bangkit dan Meninggalkan Kebiasaah Lama”

Media BPR DBL. Seperti diketahui, pemerintah saat ini mengambil kebijakan menempatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke Bank Umum pemerintah dan bukan ke BPR/S yang selama ini identik dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Oleh karenanya, hal itu akan meningkatkan persaingan dalam pasar UMKM.

“Dengan adanya kebijakan Bank Indonesia tentang penyaluran 20 persen pembiayaan bagi UMKM, maka persaiangan di pasar UMKM akan semakin ketat,” kata Joko Suyanto selaku Ketua Umum Perbarindo dalam acara Rakor DPD Perbarindo Jawa Tengah, Kamis (3/12) pagi di Lorin Hotel Solo. Seperti dilansir dari  http://berita.suaramerdeka.com (08/12).

Adanya persaingan tersebut, menurut Joko harus disikapi BPR/S dengan bangkit dan meninggalkan kebiasaan lama. Menurut dia, selama ini BPR/S tidak menarik bagi debitur. Sebab, modalnya terbatas, bunganya tinggi, pelayanan manual dan terbatas, produk terbatas dan tidak customize.

Kalau mau bersaing, kata dia, kini saatnya BPR/S memperkuat permodalan, bunga yang kompetitif, perluas fungsi dan peran, pelayanan berbasis IT dan mobile, produk beragam, sehingga banyak pilihan bagi debitur.

BPR Danaberkah Lestari (BPR DBL) selaku anggota Perbarindo wilayah Depok, dalam persaingan ini telah berkomitmen memperkuat permodalan serta bunga yang kompetitif. Pinjaman dana yang mencapai 1 Milyar dengan cicilan paling murah. Info lebih lengkap mengenai fitur, produk layanan BPR DBL dapat dilihat disini.

Leave a Response