Lebih Milih Tinggal di Apartemen Mewah atau di Rumah Sederhana?

BPR DBL – Lebih Milih Tinggal di Apartemen Mewah atau di Rumah Sederhana? Pada dasarnya, ada banyak pilihan tempat tinggal untuk dihuni. Meski demikian, harga tanah yang cenderung tinggi di lokasi strategis membuat sebagian orang mulai melirik hunian vertikal sebagai alternatif.

Hunian vertikal seperti apartemen contohnya, memang lebih diincar saat ini. Semakin terbatasnya jumlah lahan membuat jenis hunian ini menjelma menjadi salah satu primadona bagi para pencari tempat tinggal.

Tinggal di Apartemen Mewah Sangat Praktis, Tapi…

Sebuah riset gabungan mengenai hunian di Harvard University pada 2014 memaparkan, orang-orang pada rentang usia 25 hingga 34 tahun cenderung kurang tertarik membeli rumah. Mereka lebih senang tinggal di apartemen.

Alasan teratas bermuara pada urusan finansial. Dengan uang Rp 30 juta tadi, bukan tidak mungkin Anda bisa mendapatkan satu unit apartemen untuk disewa selama kurang lebih setahun.

Tipenya juga bukan sembarangan, bisa dapat yang isinya 2 kamar sekaligus. Selain karena alasan harga, rumah tapak yang lokasinya sesuai keinginan juga mulai terbatas.

Beberapa orang yang tinggal di perkotaan menganggap, apartemen lebih mudah diakses dari lokasi aktivitas seperti sentral bisnis dan komersial. Letaknya strategis pula, karena umumnya berada di pusat kota.

Keuntungan lain tinggal di apartemen, tak lain beragam fasilitasnya yang membuat hidup terasa lebih praktis. Dari mulai security 24 jam, parkir yang luas, area fitness, hingga tempat perbelajaan.

Perawatan sekitar hunian pun cukup di dalam rumah saja, misalnya menyapu atau mengepel rumah secara rutin. Akan tetapi di sisi lain, apartemen juga banyak memiliki kekurangan.

Terutama dari segi biaya perawatan yang jauh lebih besar. Untuk satu bulan saja, tagihannya bisa mencapai Rp 3,5 juta.

Instrumen biaya tersebut termasuk didalamnya biaya listrik untuk fasilitas umum, biaya perawatan, biaya air dan termasuk didalamnya biaya untuk konsumsi listrik pribadi. Itu sebabnya, kata Agoes, tarif pemeliharaan yang dikenakan kepada para pemilik unit apartemen berbeda dengan tarif pemeliharaan lingkungan di perumahan.

Sertifikasi Apartemen yang Rumit

Pada umumnya bila Anda membeli rumah, ada sertifikat yang akan didapat. Sertifikat tersebut bernama Hak Milik (SHM).

Selain kepemilikannya jelas, juga bisa dimiliki sepanjang Anda mau. Nah, lain cerita kalau mempunyai apartemen.

Hak kepemilikan apartemen jauh lebih kompleks. Anda yang pemula, tentu akan sedikit bingung dengan hal ini.

Berdasarkan status tanahnya, apartemen digolongkan menjadi Tanah Negara, Tanah Hak Milik dan Tanah Pengelolaan. Tapi intinya, pemilik apartemen hanya mendapat Hak Guna Bangunan (HGB).

Artinya, apartemen berada di atas tanah yang milik developer. Sehingga Anda hanya dapat menggunakan apartemen tersebut hingga 20 tahun. Untuk selanjutnya HGB harus diperpanjang degan sejumlah biaya.

Meski begitu ada juga Apartemen yang memiliki status hak milik bersama atau dikenal dengan istilah strata title. Namun biasanya untuk unit yang seperti ini biasanya tidak banyak dan biayanya relatif lebih mahal.

Rumah Sederhana Lebih Baik

Perencana keuangan Eko Endarto menjelaskan, rumah sederhana merupakan aset yang lebih baik dibanding apartemen. Mengapa? Karena dari tahun ke tahun, nilainya akan terus meningkat mengikuti laju inflasi.

Sertifikatnya pun jelas, yakni Hak Milik tanpa embel-embel lain. Dengan begitu Anda bisa bisa memperjual belikannya, menggadaikannya, bahkan mewariskannya secara turun temurun.

Mungkin Anda tidak akan mendapat fasilitas mewah layaknya apartemen, tapi setidaknya privasi lebih terjaga karena tidak harus berhadapan dengan banyak orang ketika berlalu-lalang.

Biaya bulanan yang harus dikeluarkan untuk berbagai tagihan, seperti listrik dan air, akan lebih murah. Anda juga terbebas dari parking fee.

Bila suatu hari nanti butuh pinjaman, rumah tersebut bisa pula Anda jadikan sebagai aset jaminan.

Melalui bprdbl.co.id, Anda bisa memilih produk Kredit Multiguna dengan jaminan Sertifikat Rumah dengan plafond pinjaman lebih tinggi*

Syarat Pengajuan Kredit Multiguna Jaminan Sertifikat

Persyaratan yang umumnya diminta pada saat mengajukan kredit yaitu:

  • Fotocopy KTP Suami-istri.
  • Usia minimum 21 tahun, atau sudah menikah dan maksimum 60 tahun pada saat kredit lunas.
  • Kartu Keluarga dan Surat Nikah
  • Fotocopy Rekening Listrik / Telepon
  • Fotocopy Slip Gaji 3 bulan terakhir (khusus pegawai)

Jaminan Tanah dan Bangunan :

  • Fotocopy Sertifikat
  • Fotocopy SPPT / PBB 2 tahun terakhir
  • Fotocopy IMB

Dengan beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada, pilihan untuk membeli suatu hunian kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. Melihat beberapa sisi positif dari memiliki rumah, setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan Anda kelak.

Leave a Response