LPS Rencanakan Penambahan Premi

Mengacu Undang-undang No. 6 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK), saat ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus menggodok rencana penambahan premi dan premi baru untuk industri perbankan.

LPS memiliki dua opsi untuk premi yang dibayarkan oleh perbankan. Pertama, kenaikan premi penjaminan atau penggunaan premi diferensial. Kedua, premi baru untuk program restrukturisasi perbankan (PRP).

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, pihaknya berencana akan menaikan premi regular atau kata lain LPS menggunakan premi diferensial untuk memenuhi dana cadangan LPS.

“Untuk premi reguler akan ada dua opsi yaitu menaikan premi reguler. Atau penetapan rencana premi diferensial yang rasionya fluktuatif,” ujar Fauzi seperti yang diberitakan kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, saat ini LPS menetapkan premi reguler yang dibayar dua kali dalam setahun dengan tingkatan 0,2% terhadap dana pihak ketiga (DPK). Sedangkan premi diferensial akan ditentukan sesuai dengan tingkat kesehatan bank.

Sementara itu, premi untuk PRP akan berlaku untuk kelompok bank sistemik dan bank besar seperti bank BUKU IV dan BUKU III. Sebelumnya, LPS berencana untuk menetapkan premi PRP untuk bank sistemik.

Dalam hal ini LPS beserta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan akan merumuskan rasio premi untuk PRP, kemudian premi tersebut akan ditetapkan melalui peraturan pemerintah (PP)

“Sumber pendanaan dari APBN untuk resolusi bank akan ditutup. Cara lain untuk mencari dana melalui penarikan premi tambahan,” sebutnya tanpa menyebutkan angka, Fauzi mengatakan rasio premi untuk PRP akan lebih tinggi dari premi penjaminan yang sebesar 0,2% dari DPK bank.

Sumber: kontan.co.id

Tags:

Leave a Response