Mencari Jenis Tabungan dan Investasi yang Menguntungkan? Ini Pilihannya!

BPRDBL – Mencari Jenis Tabungan dan Investasi yang Menguntungkan? Ini Pilihannya! Memilih produk tabungan yang tepat dan menguntungkan juga tidak mudah. Di antara banyak produk tabungan dan investasi yang tersedia, manakah yang paling menarik dipilih dan menguntungkan?

Menabung dan berinvestasi bagi banyak orang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Selain membutuhkan kedisiplinan dari diri sendiri, menabung dan berinvestasi juga meminta usaha dari kita untuk mencari produk tabungan dan investasi terbaik.

Pasalnya, bila asal menabung tanpa melihat kelebihan dan kekurangan sebuah produk, bisa-bisa langkah kita menabung dan berinvestasi malah kurang optimal. Dana yang kita harapkan bisa berkembang dengan baik dan mampu mengalahkan laju inflasi. Sehingga, dana yang kita tabung dapat lebih produktif.

Nah, di tengah masyarakat saat ini, sudah semakin banyak pilihan tempat untuk membiakkan dana baik berupa produk tabungan maupun produk investasi yang bisa menjadi pertimbangan. Berikut ini beberapa pilihan produk tabungan dan investasi yang bisa kamu pilih menjadi tempat membiakkan simpanan dana agar lebih produktif:

Deposito

Deposito menjadi salah satu produk perbankan yang paling digemari orang Indonesia untuk menyimpan dana mereka. Deposito dinilai memiliki risiko kerugian yang kecil dan lebih terukur dibandingkan produk investasi pasar modal. Di tengah karakter mayoritas masyarakat Indonesia yang masih cenderung konservatif perihal berinvestasi, deposito menjadi pilihan yang tepat.

Kelebihan deposito:

  • Cara membuka rekening deposito tidak sulit, bisa melalui kantor cabang bank.
  • Risiko kerugian relatif kecil bahkan tidak ada karena dana pokok yang disimpan mendapat jaminan dari
  • Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Ditawarkan dengan berbagai pilihan jangka waktu mulai 1 bulan sampai 24 bulan.
  • Imbal hasil berupa fixed return atau pendapatan tetap yang bisa ditransfer langsung ke rekening awal nasabah setiap bulan.
  • Cocok sebagai tempat parkir dana darurat keluarga.

Kekurangan deposito:

  • Bunga atau imbal hasil yang ditawarkan relatif kecil. Saat ini simpanan deposito yang mendapatkan perlindungan LPS adalah yang nilainya di bawah Rp 2 miliar dan bunga maksimal 6,25% per tahun.
  • Nilai minimal dana yang disimpan di deposito cukup besar, rata-rata dibatasi minimal sebesar Rp 8 juta.
  • Ada penalti sejumlah tertentu bila dana dicairkan oleh nasabah sebelum jatuh tempo.
  • Bila nilai deposito yang disimpan di bawah Rp 100 juta, imbal hasilnya relatif kurang signifikan terlebih dibandingkan produk investasi pasar modal.
  • Tidak bisa ditambah dengan mudah nilai simpanannya (top-up). Bila ingin menambah jumlah dana, maka nasabah harus membuka rekening deposito baru.
  • Pajaknya cukup besar, sejauh ini bunga deposito senilai di atas Rp 7,5 juta terkena pajak 20%.

Namun ada salah satu produk deposito yang ditawarkan oleh BPR DBL dengan bunga tinggi hingga 8,75% dan bebas penalty apabila dana ingin anda ambil sewaktu-waktu. Lebih menarik lagi, jika anda menempatkan deposito di BPR DBL saat ini, anda akan mendapatkan hadiah langsung seperti kipas angin, kompor gas, magic com, bahkan smartphone! Informasi lebih lengkap silakan klik Deposito Berjangka BPR DBL

Investasi di P2P Lending

Era digital melahirkan banyak sekali opsi mengembangbiakkan dana di platform-platform keuangan terkini. Salah satunya adalah melalui platform berkonsep peer-to-peer lending (P2P Lending). Pada prinsipnya, kamu meminjamkan dana secara berkelompok pada seorang peminjam dengan perjanjian tingkat bunga tertentu dan periode pinjaman di waktu tertentu.

Platform ini seperti yang tersedia di Investree, Modalku, dan lain sebagainya. Di sini, kamu bisa menempatkan dana untuk dipinjam oleh debitur yang telah melalui proses seleksi oleh pengelola platform. Nilai minimal penempatan dana yang dipinjamkan beragam, tapi umumnya di atas bunga deposito bank. Di Investree misalnya, bunga yang ditawarkan berkisar 14% ke atas. Adapun Modalku juga menawarkan bunga yang cukup kompetitif double digit.

Simulasinya, taruhlah, kamu ingin meminjamkan uang sejumlah Rp 10 juta dengan imbal hasil 14% per tahun untuk jangka waktu 30 hari, maka ketika pinjaman tersebut jatuh tempo, kamu bisa menerima pengembalian dana Rp 10,116 juta. Imbal hasil simpanan mencapai Rp 116.667 untuk dana senilai Rp 10 juta dan bunga 14%. Menarik, ya? Pertimbangkan dulu kekurangan dan kelebihan mengembangkan uang di platform P2P Lending ini.

Kelebihan berinvestasi di platform P2P Lending:

  • Bunga yang ditawarkan sangat menarik, bisa di atas 10%. Jauh di atas bunga deposito bank.
  • Nilai minimal penempatan dana juga relatif terjangkau, mulai Rp 1 juta.
  • Proses mudah karena ini merupakan platform digital sehingga semua melalui proses online.
  • Syarat juga mudah, cukup memiliki akun di platform tersebut.

Kekurangan berinvestasi di platform P2P Lending:

  • Risiko besar: kualitas peminjam dianalisis oleh pengelola platform. Bila analisis tentang profil peminjam kurang baik, risiko gagal bayar terbuka lebar. Dana yang kamu pinjamkan bisa tidak kembali.
  • Ada potongan untuk biaya administrasi walaupun tidak besar, di bawah 5%. Namun, imbal hasil berupa bunga tidak terkena pajak sebagaimana deposito bank.
  • Ada risiko penyalahgunaan data. Ini muncul ketika identitas si peminjam ternyata palsu sehingga dana yang sudah dipinjam tidak jelas nasib pengembaliannya.
  • Risiko pailit yakni saat si pengelola platform digital mendadak bangkrut. Nasib dana yang kamu investasikan di sana tidak jelas, karena dana yang berputar di platform fintech seperti ini belum mendapatkan perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Reksadana

Reksadana atau mutual fund merupakan produk investasi pasar modal. Mungkin mayoritas masyarakat Indonesia masih belum akrab dengan reksadana. Namun, beberapa tahun belakangan ini, minat orang berinvestasi di reksadana semakin tinggi, lho.

Sebagai awalan, kamu dapat mulai mengenal reksadana dari sini. Reksadana merupakan sebuah tempat atau wadah yang berisi kumpulan uang-uang investor yaitu si pembeli reksadana tersebut. Nah, uang yang terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi atau fund manager.

Nah, manajer investasi tersebut mengelola uang para investor itu, memutarnya di berbagai produk pasar modal seperti produk pasar uang, obligasi dan saham. Melalui upaya pengelolaan itu, si investor berharap dananya bisa dikembangkan. Di sini kepiawaian seorang manajer investasi akan sangat menentukan, begitu juga kondisi pasar modal.

Kelebihan investasi reksadana:

  • Berpeluang memperoleh imbal hasil cukup tinggi, bisa di atas 20% per tahun.
  • Nilai dana yang diinvestasikan bisa mulai dari satuan kecil, rata-rata saat ini dengan Rp 100.000 orang sudah bisa berinvestasi di reksadana.
  • Tepat dan berpeluang menjadi investasi yang menguntungkan sebagai investasi jangka panjang, utamanya untuk jenis reksadana campuran dan reksadana saham.

Kekurangan investasi reksadana:

  • Merupakan produk pasar modal sehingga tidak dilindungi oleh LPS.
  • Ada risiko pasar yakni ketika kondisi pasar modal jatuh, uang yang kamu putar di sana bisa habis.
  • Proses pembelian relatif lebih rumit karena tidak semua manajer investasi memiliki platform online.

Apakah menguntungkan memiliki investasi di reksadana? Jawabannya adalah tergantung tujuan keuangan kamu dan jenis reksadana yang kamu pilih. Saat ini kinerja reksadana sedang kurang menggigit. Mengutip data Infovesta, indeks reksadana saham selama 1 tahun terakhir sampai 17 Juli 2017, hanya sebesar 1,61%. Sangat rendah.

Namun, bila menilik kinerja satu per satu produk yang menonjol performanya di pasar, kamu bisa menemukan produk reksadana saham yang berhasil mencatatkan kinerja hingga di atas 40% dalam setahun terakhir.

Emas

Emas juga tercatat sebagai salah satu wahana investasi yang banyak disukai oleh orang Indonesia. Emas dinilai sebagai produk investasi yang paling ampuh melawan laju inflasi. Selain itu, harganya juga cukup stabil. Dalam jangka panjang, harga emas mampu mengalahkan harga mata uang kertas.

Kelebihan menabung dan investasi emas:

  • Pertumbuhan harga emas stabil dari tahun ke tahun.
  • Dalam jangka panjang, harga emas terus meningkat cukup signifikan sehingga cocok sebagai investasi jangka panjang.
  • Investasi emas berarti kamu memiliki fisik emas yang juga bisa dikapitalisasi melalui gadai.

Kekurangan menabung dan investasi emas:

  • Membutuhkan modal dana lumayan, karena bila membeli emas dalam jumlah kecil cenderung tidak efisien akibat beban biaya cetak emas. Modal dana yang dibutuhkan dan dinilai cukup ekonomis adalah mulai ukuran 10 gram ke atas atau saat ini di atas Rp 5 juta.
  • Penyimpanan emas membutuhkan usaha tersendiri untuk memperkecil risiko kehilangan.
  • Ada peluang harga turun karena harga emas di Indonesia dipengaruhi pula oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Harga emas batangan di Indonesia merek Logam Mulia Aneka Tambang harganya kini bertengger di kisaran Rp 550.500 per gram untuk emas batangan berbobot 1.000 gram atau 1 kilogram. Harga itu sudah naik cukup signifikan dibandingkan harga emas di akhir 2016 yang masih di rentang harga Rp 543.000 per gram. Harga emas batangan ukuran 1 kilogram menjadi standar oleh para pelaku bisnis.

Itulah beberapa pilihan produk tabungan dan investasi yang bisa kamu pertimbangkan sebagai tempat untuk mengembangbiakkan dana. Menabung di produk tabungan yang tepat dan berinvestasi di produk yang bagus, bisa membantu kamu mengembangkan pendapatan sehingga dana yang kamu miliki bisa lebih produktif.
Selamat memilih!



Leave a Reply

×
Selamat Datang,
Dapatkan Promo DEPOSITO Berhadiah Smartphone! Bunga Tinggi 8,75% Dijamin LPS s/d 2 Milyar.
Chat dengan Kami Sekarang!