OJK Kerjasama Dengan 6 Lembaga Terkait Investasi Bodong!

Dalam upaya mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktek investasi illegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini memperkuat kerjasama dengan kementerian dan instansi terkait dalam Satuan Tugas Waspada Investasi.

Adapun instansi dan kementerian yang bekerja sama dengan OJK antara lain, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemeterian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, kerjasama ini sudah berlangsung sebelumnya sejak 2007, namun belum optimal.

“Kita juga bentuk satgas di daerah-daerah. Kehadiran mereka akan lebih cepat bergerak terutama dalam mengantisipasi dan turun ke lapangan,” kata Muliaman usai penandatangan nota kesepahaman di Jakarta, seperti dikutip dari republika.co.id pada Rabu (22/6).

Muliaman mengungkapkan, banyak media yang digunakan untuk penawaran investasi ilegal ini, biasanya tokoh masyarakat dan tokoh agama. Menurutnya ini sudah menjadi suatu bukti agar diperlukan edukasi juga kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Pencegahan saya kira akan terus, dengan edukasi dan sosialisasi energinya perlu kita tambah. Pencegahan sarana yang baik tapi kalau pencegahan bocor perlu sistem yang efektif seperti kehadiran satgas. Saya sependapat ke depan kita harus tingkatkan efektifitas sebab pelaporan bukan berkurang tapi bertambah banyak.”katanya.

Bahkan, akhir-akhir ini money game marak beroperasi, mulai dari koperasi, hingga gadai emas gadungan. Sehingga ia menegaskan sangat penting untuk merivitalisasi satgas ini. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih menyadari risikonya dari imbal hasil investasi yang tidak wajar.

“Untuk mempersempit ruang gerak penawaran investasi bodong. Kami melakukan koordinasi dengan Kemkominfo memblokir situs-situs investasi seperti itu,” ujarnya.

Menurut Muliaman, berdasarkan data OJK hingga 11 Juni, masyarakat telah melaporkan ada 430 penawaran investasi dan menanyakan legalitasnya. Dari total itu 374 penawaran di bidang keuangan, seperti forex. Sementara sisanya di bidang properti, emas dan perkebunan.

“Dari 430 penawaran usaha investasi sebanyak 388 tawaran usaha investasi belum diketahui izin investasinya. Jadi mayoritas malah tidak ada ijinnya,” ungkapnya.

Pertanyaannya, investasi apa sih yang aman dan menguntungkan? Jawabannya deposito di BPR DBL. Deposito di BPR DBL aman karena telah dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan menguntungkan, karena dibanding bank lain, suku bunga deposito BPR DBL lebih tinggi yaitu 9,50%. Selain itu, anda akan mendapatkan hadiah menarik berupa smartphone dengan deposito minimal 50 Juta. Gimana untungkan! Info lebih lanjut klik Promo Deposito

Leave a Response