Perbandingan Suku Bunga Deposito Bank 2019

suku bunga deposito bank

Apa itu Deposito?

Deposito adalah sebuah produk perbankan yang sejenis tabungan. Namun, bunga deposito umumnya lebih besar daripada bunga tabungan, tetapi setoran awal uang dibutuhkakn untuk membuka deposito pada umumnya jauh lebih besar. Selain itu, dana yang didepositokan akan dikunci selama periode atau jangka waktu tertentu. Jangka waktu yang tersedia bervariasi mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18 sampai dengan 24 bulan. Dana yang didepositokan tidak dapat ditarik nasabah selama waktu yang dipilih. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan dikenakan biaya penalti. Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai nasabah mencairkan depositonya.

Kepemilikan deposito juga berguna ketika Anda ingin mengajukan berbagai produk pinjaman seperti kartu kredit, KTA, KMG, atau KPR dari bank yang sama. Karena selain data nasabah yang sudah tercatat, jumlah tabungan yang besar juga akan semakin mempermudah proses pengajuan pinjaman yang diberikan dari bank tersebut.

Perbandingan Suku Bunga Deposito Bank

Nama Bank Suku Bunga (Per Tahun)
BANK DKI 5%
BCA 4,75%
BJB 5,25%
BRI 4,25%
BTN 5,50%
BTPN 6,25%
BUKOPIN 5%
CIMB NIAGA 5,75%
DANAMON 5%
MANDIRI 4,25%
MAYAPADA 5,25%
MAYBANK 4,25%
MEGA 4%
OCBC NISP 4,75%
PANIN 5,25%
SINARMAS 5%
UOB 3,50%

Apa Keuntungan Memiliki Deposito?

Deposito merupakan produk simpanan yang relatif aman dan berisiko rendah. Deposito juga dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan merupakan produk investasi yang banyak dimiliki masyarakat. Deposito dianggap dapat menjadi awal bagi nasabah yang ingin memulai berinvestasi. Berikut adalah keuntungan yang dimiliki oleh Deposito:

  • Suku bunga lebih tinggi dibandingkan rekening tabungan
  • Meskipun tidak memiliki likuiditas, namun beberapa bank telah memberi kemudahan agar bunga deposito dapat disimpan atau dikirim ke rekening yang diinginkan. Jadi, pemilik deposito dapat menerima pendapatan rutin dalam bentuk pembayaran bunga pada interval waktu tertentu
  • Aman dari resiko fluktuasi pasar
  • Dilindungi oleh LPS

Apa Kekurangan Deposito?

Selain memiliki keuntungan Deposito juga memiliki beberapa kekurangan di antaranya:

  • Bunga (return) yang ditawarkan relatif rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya (reksadana/obligasi)
  • Terkadang bunga yang ditawarkan tidak sebanding dengan peningkatan inflasi
  • Nasabah tidak dapat meningkatkan nilai investasi, karena tidak terdapat kesempatan bagi nasabah untuk terlibat secara langsung dalam pengelolaan deposito
  • Dana yang didepositokan tidak dapat dicairkan sebelum jatuh tempo, pencarian sebelum jatuh tempo akan terkena penalti

Seperti Apa Ketentuan Penjaminan Deposito oleh LPS?

Berdasarkan dengan Undang-undang Republik Indonesia tentang Lembaga Penjamin Simpanan, maka Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dibentuk sebagai suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan. Lembaga Pejamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.

Sejak 13 Oktober 2008, nilai simpanan yang dijamin per nasabah perbankan berubah dari maksimal Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar sesuai dengan PP no. 6 tahun 2008. Nilai simpanan yang dijamin juga mencakup saldo pada tanggal pencabutan izin usaha bank meliputi pokok ditambah bunga atau bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah. Nilai simpanan yang dijamin merupakan hasil penjumlahan saldo seluruh rekening simpanan nasabah, baik rekening tunggal maupun rekening gabungan. Dalam rekening gabungan, saldo rekening yang diperhitungkan bagi satu nasabah merupakan saldo rekening gabungan tersebut yang dibagi secara prorata dengan jumlah pemilik rekening. Tingkat bunga penjaminan yang dikeluarkan oleh LPS adalah sebesar 7,75% untuk mata uang rupiah dan 1,5% untuk valuta asing pada bank umum, sedangkan 10,25% untuk mata uang rupiah pada BPR.

Apakah Bunga Deposito Dikenakan Pajak?

Dalam mendapatkan suku bunga dari deposito, ada sebuah pajak khusus yakni pajak atas bunga deposito dan tabungan. Pajak tersebut memiliki besaran persentase 20% bila nilai deposito diatas Rp 7.500.000. Pajak tersebut akan mengurangi nilai suku bunga yang didapatkan oleh nasabah. Semakin besar suku bunga yang diporoleh, maka secara otomatis besarnya pajak juga semakin besar. Pajak bunga deposito tersebut berdasarkan peraturan direktorat jenderal pajak yaitu:

  • PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  • KMK-51/KMK.04/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  • SE-01/PJ.43/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PP 131 Tahun 2000

Deposito di BPR DBL Bunga Tinggi dan Bebas Penalti

Dari perbandingan suku bunga deposito diatas, mungkin Anda masih mencari suku bunga deposito yang lebih tinggi. Untuk itu, BPR DBL menawarkan produk Deposito Berjangka dengan Bunga s/d 9,5% pertahun (periode maret 2019) dan juga bebas penalti apabila dana akan dicairkan sebelum jatuh tempo. Tertarik? Silakan hubungi kami melalui whatsapp atau isi form penempatan Deposito Online.

Leave a Response