Begini BI Cegah Peredaran Uang Palsu

Bank Indonesia (BI) selaku otoritas keuangan di Indonesia terus berusaha untuk menangkal adanya peredaran uang palsu di tengah masyarakat. Indrajaya selaku Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung mengatakan, terkait ditemukannya 4.564 lembar uang pecahan Rp 100 ribu palsu sepanjang 2016, pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan pihak kepolisian, perbankan, instansi terkait dan masyarakat. Langkah itu dilakukan, karena Lampung menjadi salah satu target peredaran uang palsu oleh pelaku. Apalagi secara geografis, Lampung sangat dekat dengan ibu kota. Sehingga menjadi daerah persinggahan oleh pelaku kejahatan. Baik yang datang dari arah Pulau Sumatera ataupun Jawa.

“Maka tidak heran kalau Lampung menjadi target lokasi penyebaran uang palsu, karena merupakan daerah yang masih berkembang dan banyak pendatang yang melintas,” kata Indrajaya dilansir JawaPos.com pada Rabu (19/10).

Selain itu pihaknya berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah. Caranya dengan mengkampanyekan prinsip 3D.

“Tagline pengenalan uang 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang) masing-masing dapat dikenali dengan baik,” pungkasnya.

Ia menambahkan, kalau dilihat mulai dari warna uang asli terlihat terang dan jelas dengan benang pengaman yang ditanam atau dianyam pada bahan kertas uang. Sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas kebawah. Pada uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu akan berubah warna bila digerakan fisiknya. Sementara pecahan Rp 20 ribu sampai Rp 1.000 akan memendar apabila dilihat dengan sinar ultraviolet.

Kedua OVI (Optically Variabel Ink) pada pojok kanan bawah muka uang terdapat cetak tinta khusus yang berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda dengan cara menggerakan fisik.

Untuk cara Diraba. Pada gambar utama, burung garuda dan tulisan Bank Indonesia akan terasa kasar bila diraba. Teknik cetak khusus dengan tinta intaglio, menjadi teknik ciri khas daerah uang asli. Khusus pada uang juga kode tuna netra yang bisa membantu para tuna netra mengenali uang. Sementara cara Diterawang, pada uang kertas ada tanda air berupa gambar. Gambar itu akan terlihat bila diterawang ke arah cahaya.

Selain itu, BI juga menyarankan masyarakat menggunakan alat bantu agar lebih mudah mengenali uang asli, seperti kaca pembesar dan sinar ultraviolet. “Ada tulisan mikro sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar,” paparnya.

Sumber: JawaPos.com

Leave a Response