Kisah Inspiratif: Dari Buruh Bangunan Jadi Bos Percetakan

BPR DBL – Kisah Inspiratif: Dari Buruh Bangunan Jadi Bos Percetakan. Merintis usaha dibidang percetakan sejak tahun 2010 tak terbayangkan Sunyata sebelumnya. Pasalnya bapak tiga anak yang tinggal di Jagakarsa, Jakarta Selatan ini, pertama kali kerja diperantauan Jakarta hanyalah seorang buruh bangunan, mengikuti profesi sang ayah. Meski demikian ia tetap bersyukur dan terus mengikuti arus kehidupan di Ibukota. Menjadi buruh serabutan di Tanah Abang pun pernah ia lakoni.

modal-usaha-percetakan-2Berpindah kerja dari satu perusahaan ke perusahan lain ia jalani dengan sabar. Sampai akhirnya, ia sadari, bahwa dari sekian banyak tempat ia bekerja, usaha dibidang percetakan lebih dominan. Maka tak heran, dunia usaha percetakan sudah tak asing lagi baginya. Hingga pada tahun 2010, ia memberanikan diri mendirikan perusahaan PT. Cakra bersama temannya.

Sunyata menjelaskan, majunya suatu perusahaan tak lepas dari peranan perbankan. Oleh karenanya, demi mengembangkan usaha yang ia rintis, Sunyata mengajukan Kredit Modal Kerja ke perbankan. Namun apa yang ia harapkan agar pinjaman segera cair, kenyataan malah sebaliknya. Proses yang lama dan berbelit harus ia terima. Padahal, menurutnya, usaha percetakan itu biasanya butuh dana mendadak. Maka, seiring berjalannya waktu, ia pun disarankan oleh temannya untuk mengajukan pinjaman ke BPR DBL. Karena memang saat itu ia butuh Pinjaman Dana Cepat untuk mengerjakan proyeknya. Akhirnya ia pun segera melakukan pinjaman ke BPR DBL. Benar saja, proses pinjaman BPR DBL berlangsung cepat dan mudah.

sunyata“Usaha percetakan itu butuh perbankan yang prosesnya cepat dan mudah. Dan itu saya dapatkan di  BPR DBL” ujar pria kelahiran Gunung Kidul ini kepada Media BPR DBL di kantornya Pancoran Mas, Depok.

Berkat pinjaman tersebut, perusahaannya pun kian maju. Bahkan pernah dalam satu tahun omset perusahaan mencapai belasan miliar lebih. Oleh karenanya, ia sangat bersyukur atas rizki tersebut. Meski memang dalam usaha, pasti saja ada kendala dan tantangan yang dihadapi. Bahkan sekali waktu, ia pernah hampir putus asa dan ingin menutup usahanya, lantaran kena tipu ratusan juta. Setelah merenung dan berfikir lebih dalam, ia pun memutuskan untuk melanjutkan usaha. Mengingat saat itu, ia tak tega melihat karyawan yang bekerja dengannya harus putus kerja. Dari kajadian itu, ia pun kini lebih berhati-hati dan lebih bersyukur lagi dengan aktif ikut kegiatan sosial. Dan saat ini ia tercatat sebagai pendiri salah satu komunitas sosial yang rutin memabantu masyarakat kurang mampu di Tanah kelahirannya, Gunung Kidul.

Cakra saat ini melayani berbagai kebutuhan seperti Digital Printing, Reklame dan Merchandise. Banyak perusahaan kelas atas yang biasa menggunakan jasanya. Seperti, Giant, XL dan lain sebagainya.

Seperti kata Sunyata, bahwa majunya usaha tak lepas dari peranan perbankan, maka apapun usaha anda, jika ingin maju dan sukses ajukan saja Kredit Multiguna Ke BPR DBL. Proses cepat, syarat mudah dan bunga yang ringan.

Leave a Response