Mau KPR? Ketahui Dulu Istilah-istilah Ini

BPR DBL – Mau KPR? Ketahui Dulu Istilah-istilah Ini. Memiliki rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah atau biasa disebut KPR merupakan alternatif untuk anda yang ingin mempunyai rumah. Namun sebelum melakukan hal itu, ada baiknya anda ketahui dulu istilah-istilah dalam dunia KPR, agar tidak bingung kemudian dan mengerti apa yang anda kerjakan. Ada banyak istilah-istilah dalam KPR ini, diantaranya mungkin anda pernah mendengarnya ataupun telah mengerti, namun mungkin sebagian lagi anda baru mendengarnya. Seperti istilah kata Couple, Roya. Apa sih Roya dan Couple itu? Nah untuk lebih jelasnya, yuk simak istilah-istilah KPR seperti dikutip dari Suara.com pada Kamis (17/11) berikut ini.

Akad

Awalnya akad adalah bahasa Arab yang artinya perjanjian atau persetujuan. Saat Anda hendak membeli rumah secara kredit dengan KPR, Anda akan melalui proses Akad ini. Proses ini terjadi antara pihak bank dengan nasabahnya. Setelah terjadi, masing-masing pihak wajib melaksanakan kewajiban. Kewajiban bank adalah membiayai pembelian rumah tersebut, sementara nasabahnya berkewajiban membayar angsurannya sesuai persetujuan di dalam akad kredit.

Balik Nama

Istilah ini juga sering digunakan, saat yang terjadi adalah nama pemilik lama (penjual) rumah tersebut, yang tertera dalam sertifikat hak milik dengan nama pemilik baru (pembeli). Selanjutnya akan terjadi proses balik nama, yang dilakukan di kantor pertanahan setempat di mana tanah tersebut berada. Setelah selesai, maka proses sertifikat tanah yang dimaksud akan tertera nama pemilik baru (pembeli). Nama pemilik lama akan dicoret. Pemilik tanah yang sah adalah nama yang baru.

Buy Back Guarantee

Istilah ini artinya suatu jaminan dari pihak develover, bahwa dia akan membeli kembali propertinya, jika pembangunan property tersebut tidak selesai dalam kurun waktu yang ditentukan.

BI Checking

Ini adalah sebuah proses analisis yang dilakukan pihak bank, terkait reputasi keuangan calon debitur, juga mengukur kemampuan debitur terhadap kredit yang akan diberikan. BI checking ini dilakukan dengan melihat laporan keuangan seorang debitur yang terpusat di Bank Indonesia.

Booking fee

Istilah ini dikenal sebagai bukti keseriusan pembeli untuk membeli rumah dengan membayarbooking fee atau uang tanda jadi. Calon pembeli dapat memilih kavling dan pihak develover berkewajiban memblokir kavling tersebut dari penawaran pihak lain. Pihak developer sewaktu waktu dapat merugi jika calon pembeli membatalkan pembelian.

Biaya KPR

Biaya ini harus dibayar di luar dari uang muka dan angsuran KPR. Saat nasabah melakukan pembelian rumah secara kredit, pihak yang terkait bukan saja kita, tapi ada bank, develover dan instansi lain, seperti dispenda sebagai penerima pajak, kemudian Notaris sebagai pembuat akta tanah. Ada juga BPN sebagai penerbit sertifikat.

Bahkan pihak asuransi juga berperan sebagai penjaga nilai angsuran agar ketika debitur terkena musibah, ahli waris terkait tidak menanggung kewajibannya.

Cluster

Maksudnya adalah kumpulan bangunan tanpa pagar di kawasan perumahan dengan satu pintu gerbang utama sebagai pusat kontrol keamanan. Membeli rumah secara cluster berarti tidak boleh memodifikasi tampak depan, hanya boleh menambahkan pagar saja agar rumah lebih cantik.

Couple

Istilah ini untuk rumah yang bentuknya berpasang pasangan dengan saling berdampingan (menempel), tanpa celah di sisi kiri dan kanannya sehingga tidak ada jarak.

DP

Istilah ini mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Kependekan dari down payment , adalah uang muka sebagai tanda persetujuan dimulainya pembayaran awal dari pembeli untuk penjual. DP juga berkaitan dengan booking fee. Pasalnya, jika anda hendak membeli rumah seharga Rp200 juta, dan DP yang ditentukan adalah sebesar 20% berarti seharga Rp40 juta. Namun di awal, Anda sudah memberikan booking fee sebesar Rp5 juta , maka DP yang seharusnya diserahkan hanya Rp35 Juta saja.

Plafond Kredit

Adalah besarnya pembiayaan (nilai kredit) yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan tertentu semisal bank.

Roya

Adalah proses penghapusan catatan yang terdapat pada sertifikat tanah yang telah dijadikan agunan. Jika Anda membeli rumah second, dan status rumah tersebut diagunkan di bank oleh pemiliknya. Saat hendak menebus sertifikatnya akan dikenakan biaya roya agar catatan tersebut dihapus dan hak atas sertifikatnya kembali seperti semula sebelum diperjual belikan. Proses ini dibantu oleh pihak notaris.

Bagaimana, sudah pahamkan mengenai istilah-istilah KPR? Ya pasti sudahlah, kan baru baca. Hehe. Kalau mau KPR, bisa juga tuh di PT. BPR Danaberkah Lestari. Pilihan rumah sesuai selera anda dan cicilannya pun ringan loh. Info lebih lanjut klik KPR BPR DBL.

Sumber: Suara.com

Leave a Response