LPS Gencarkan Sosialisasi ke Kampus

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggencarkan sosialisasi ke kampus demi meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran dan fungsi lembaga tersebut. Seperti dikutip dari laman Sindonews.com, pada Selasa (10/05) LPS menggelar seminar nasional dengan tema “Peran dan Fungsi LPS dalam Menjaga Stabilitas Keuangan” di Universitas Sumatera Utara (USU) pada Rabu (04/05).

Acara yang dibuka oleh Rektor USU Runtung Sitepu itu menghadirkan dua pembicara, yakni Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS Ferdinan D Purba serta Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU Wahyu Ario Pratomo. Lebih dari 400 mahasiswa menghadiri seminar yang digelar di Gelanggang Mahasiswa USU tersebut.

Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS Ferdinan D Purba menuturkan, keberadaan LPS tak bisa dilepaskan dari krisis ekonomi tahun 1997-1998. Pada periode tersebut, terdapat beberapa bank yang ditutup dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, menyusul ketiadaan lembaga yang menjamin simpanan masyarakat.

Penutupan beberapa bank itu pada akhirnya memicu penarikan dana secara besar-besaran dari bank. ”Akhirnya untuk menenangkan masyarakat, pemerintah mengeluarkan kebijakan blanket guarantee. Kebijakan ini merupakan pemberian jaminan atas seluruh kewajiban pembayaran bank,” ujar Ferdinan D Purba.

Seiring berjalannya waktu, kebijakan blanket guarantee menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. Namun di sisi lain, masalah bermunculan. Blanket guarantee dirasa membebani anggaran negara dan menimbulkan moral hazard lantaran tidak adanya batasan jumlah maupun persyaratan.

”Karena itu, timbul urgensi untuk menjamin simpanan nasabah bank dengan sistem yang tidak membebani APBN. Untuk itu, berdasarkan Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) dibentuklah LPS,” katanya. Dia menjelaskan, lembaga ini pendanaannya diperoleh dari iuran (premi) bank-bank dan hasil pengembangannya.

LPS memberlakukan sistem penjaminan secara terbatas dan bersyarat. ”Prinsip dasar yang dikedepankan adalah nasabah kecil perlu tetap dilindungi dan kestabilan sistem perbankan perlu dijaga,” paparnya. Ferdinan D Purba mengungkapkan, saat ini LPS menjamin dana masyarakat di perbankan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

LPS memberlakukan syarat penjaminan, yakni dana nasabah tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. ”LPS menetapkan penjaminan terbatas dari sisi jumlah hanya Rp2 miliar dan kriteria- kriterianya juga terbatas,” ucapnya.

Dia mengatakan, LPS akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, termasuk mahasiswa. ”Agar seluruh ketentuan terkait LPS ini diketahui masyarakat lebih luas, kami menggelar seminar nasional LPS ini di kampus-kampus,” ujarnya. Rektor USU Runtung Sitepu menyambut baik seminar ini.

”Program penjaminan simpanan perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat untuk memberikan rasa aman, tenang, dan pasti, sehingga masyarakat tetap percaya menempatkan dananya di lembaga perbankan,” ujarnya. Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU Wahyu Ario Pratomo menilai peran dan fungsi LPS perlu diketahui oleh para mahasiswa.

Jadi enggak perlu khawatir menaruh uang di bank karena telah dijamin. Salah satunya di PT. BPR Danaberkah Lestari (BPR DBL). BPR DBL merupakan lembaga keuangan perbankan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijamin Lemabga Penjamin Simpanan (LPS). Suku bunga simpanan yang tinggi, yaitu 8% untuk tabungan dan 9,75% untuk deposito. Jadi menaruh uang di BPR DBL, selain aman juga lebih untung. Apalagi saat ini BPR DBL sedang ada promo baru. Dengan mendepositokan uang minimal 50 Juta, anda akan mendapatkan hadiah menarik berupa smartphone gratis tanpa diundi. Ayo investasikan uang anda di BPR DBL. info lebih lanjut klik disini.

Leave a Response