LPS Selenggarakan Edukasi Program Penjaminan Simpanan

Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi di Kota Padang, Sumatera Barat.

“Program penjaminan simpanan ini perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat untuk memberikan rasa aman, tenang, dan pasti. Sehingga, masyarakat tetap percaya dan terus menempatkan dananya di lembaga perbankan yang akan disalurkan perbankan dalam bentuk kredit mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi,” kata Senior Executive Vice President LPS Suharno Eliandy, seperti dikutip dari koran-sindo.com pada Kamis (08/09).

Selain untuk membangun silaturahmi, melalui kegiatan tersebut, LPS juga mengingatkan kembali peran dan fungsi LPS sebagai salah satu lembaga regulator dalam sistem keuangan Indonesia, bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan.

”Pendirian LPS dilatarbelakangi oleh krisis moneter 1998. Pada saat itu pemerintah menerapkan blanket guarantee, di mana kebijakan tersebut membebani APBN dan menimbulkan potensi moral hazard dari para pengelola bank. Berdasarkan pengalaman tersebut, pemerintah mendirikan LPS berdasarkan UU No 24/2004 yang beroperasi setahun kemudian (22 September 2005),” tutur Suharno. Dia juga menjelaskan, hingga Juni 2016 terdapat 1.915 bank (1.797 BPR dan 118 bank umum) yang menjadi peserta penjaminan LPS. Satu diantaranya PT. BPR Danaberkah Lestari yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan “Golden Awards Info Bank” dengan predikat Sangat Bagus atas kinerja keuangannya. Suku bunga simpanan BPR DBL termasuk yang paling tinggi, yaitu 9,25%. Selain itu  terdapat hadiah menarik berupa Smartphone dengan deposito minimal 50 Juta. Mau? Klik Deposito BPR DBL.

Kepercayaan nasabah terhadap perbankan secara konsisten meningkat. Hal ini terlihat dari data peningkatan simpanan perbankan selama enam tahun terakhir. Posisi Juni 2016 jumlah rekening perbankan sebesar 184.178.717 rekening (naik 89% dibandingkan 2010) dan jumlah nominal sebesar Rp2.076.794 miliar (naik 96% dibanding 2010).

”Selain fungsi menjaga stabilitas perbankan nasional, LPS telah melakukan fungsi penjaminan simpanan sejak LPS beroperasi pada 2006 hingga Juni 2016, LPS telah melakukan pembayaran klaim simpanan sebesar Rp783,4 miliar atas bank yang izin usahanya telah dicabut (75 Bank) oleh OJK,” tambahnya.

Suharno menambahkan, untuk memperluas pemahaman mengenai program penjaminan simpanan secara akademis, LPS juga dijadwalkan akan menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Andalas. Kerja sama berisi antara lain tentang penyusunan silabus mata kuliah yang memuat materi mengenai fungsi, tugas dan wewenang LPS serta implementasi pembelajaran mengenai LPS.

Sumber: koran-sindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Sekarang
Tanya DBL