OJK: Hadapi MEA, BPR diharapkan Kompetitif

Menghadapi MEA yang penuh dengan persaingan, OJK berharap BPR dapat bersaing dengan kompetitif.

“BPR harus kompetitif. Tak hanya sesama BPR tetapi juga bersaing dengan bank umum yang semakin meluaskan sayapnya, seperti melalui produk Laku Pandai,” kata Kepala OJK Bali Zulmi di Denpasar, Selasa (15/12).

Menurut dia, selain bank umum, BPR berada di tengah keberadaan lembaga perkreditan desa (LPD) dan sekitar 4.600 koperasi dengan produknya yang hampir mirip dengan perbankan. Untuk itu, dengan posisi ‘terjepit’ tersebut maka BPR harus lebih kompetitif, baik dari sisi produk, pelayanan hingga tampilan BPR.

Selain kompetitif, OJK mengharapkan agar BPR kuat dalam permodalan, yakni memenuhi modal inti sebesar Rp 6 miliar tahun 2024. Dengan demikian, OJK melarang pemegang saham BPR untuk membagikan dividen atau laba bersama hingga modal BPR mencapai Rp 6 miliar.

Selain modal dan kompetitif, OJK meminta BPR berkontribusi terhadap pembangunan, seperti pembiayaan kredit apalagi menjelang pemberlakuan MEA.

“Di sinilah peran BPR. Walaupun baru berlaku tahun 2020 untuk perbankan, tetapi kita masih memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucap dia seperti dikutip dari Beritasatu.com.

Danaberkah Lestari (BPR DBL) sebagai Bank Perkreditan Rakyat yang berpusat di Depok, kini telah siap mengembangkan sayapnya dengan membuka kantor cabang di Tangerang. Dan perlu diketahui sebelumnya telah mempunyai beberapa kantor kas dan cabang, seperti di Leuwinaggung, Cinangka dan Bekasi Hal itu merupakan salah satu langkah menghadapi persaingan yang semakin global ini. Untuk melihat profil dan produk BPR DBL dapat dilihat disini.

Leave a Response