Perbarindo Lakukan Pilot Project Penerbitan Kartu ATM Tahun Ini

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyatakan tahun ini melakukan pilot project untuk penerbitan kartu ATM bagi industri bank perkreditan rakyat (BPR).

Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengungkapkan wacana penerbitan ATM telah dicanangkan tahun lalu. Hal itu, ujarnya, tidak bisa dilakukan dengan cepat, memerlukan sebuah proses pembahasan, persamaan persepsi, kemudian action plan, dan kesiapan masing-masing pihak.

Namun, pada prinsipnya, Perbarindo berupaya menginisiasi dan memodernisasi BPR. Hal ini dinilainya sebagai penambahan pelayanan kepada masyarakat terutama yang berbasis ATM.

Dirinya menambahkan sebelum adanya peraturan POJK, berdasarkan surat Edaran Bank Indonesia No.8/31/DPBPR menyatakan pihak BPR dapat bertindak sebagai penerbit ataupun co-branding.

Nah yang menjadi persoalan adalah dalam POJK No 20, posisi BPR menjadi issuer kartu, ke depan kita sedang menjajaki dengan beberapa bank, intinya bagaimana supaya BPR bsa menjadi issuer kan syaratnya lumayan dari sisi persiapan infrastruktur, sumber daya, dan tentunya biaya,” ujarnya, Rabu (20/1/2016).

Ia menambahkan berdasarkan data dari Bank Indonesia, hingga saat ini telah ada 11 BPR yang mendapatkan izin untuk mengeluarkan kartu ATM. Lebih jauhnya, Joko menginginkan industri BPR supaya bekerja sama dan bersinergi memanfaatkan teknologi dari bank umum dalam pelayanan ATM.

BPR Danaberkah Lestari/ BPR sebagai lembaga keuangan perbankan yang dilindungi oleh Lembaga Panjamin Simpanan (LPS) dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terus berupaya hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang butuh Pinjaman Dana Tunai Jaminan Sertifikat, Pinjaman Dana Tunai Jaminan BPKB. Untuk itu BPR DBL mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan dengan proses yang cepat, syarat yang mudah dan bunga yang ringan. Pinjaman mulai 5 juta hingga 1 milyar.

Sumber: Bisnis.com

 

Leave a Response