Sartino, Owner Bakmie Berkah Barokah, Omset 15-30 Juta Perbulan.

Siapa sangka, pria berpenampilan sederhana ini mempunyai omset 15-30 Juta perbulan dari hasil usaha bakmi yang ia namai Bakmie Berkah Barokah. Sesuai namanya memang, Usaha yang digeluti sejak tahun 2006 ini telah membawa keberkahan tersendiri bagi kehidupan rumah tangganya. Meski hanya lulusan SD, pria asli Cilacap Jawa tengah ini pantang menyerah menjalani hidup. Terbukti setamat SD tahun 1993, ia memilih hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib. Dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, ia lakoni dengan sabar dan syukur. Sampai akhirnya, ia pun memutusakan untuk berwirausaha sendiri dengan modal awal yang ia pinjam dari saudaranya.

“Dulu saya kerja. Dikampung saya mayoritas usahanya begini. Dulu orang tua juga usaha begini. Teman-teman juga banyak yang punya usaha seperti ini. Modal awal 11 juta dengan mengutang. Alhamdulillah bisa ketebus,” tutur Sartino kepada Media BPR DBL di warungnya, Jalan Dongkal Raya. Sukatani, Tapos, Depok beberapa waktu lalu.

Memang namanya usaha haruslah dijalani dengan tekun dan sabar. Tentu banyak suka dan dukanya. Begitupun yang dialami Sartino. Tak melulu suka yang ia dapatkan, terkadang duka pun harus ia terima. Namun semua itu, tak mematahkan semangatnya untuk terus maju.

“Susah duka semua sudah saya alami. Kita harus selalu sabar, banyak berdoa. Kalo tengah malam ya sholat hajat, tahajud. Insyaallah setiap masalah yang kita hadapi ada jalan keluarnya. Jangan lihat orang yang sudah sukses, tapi lihat jerih payahnya dulu,” ujar Bapak dari dua anak ini menjelaskan.

Sartino menambahkan, bahwa dalam menjalani usaha itu jangan coba-coba. Harus betul-betul yakin dan komitmen diawal.

sartino“Kalo usaha, harus bener-bener usaha. Jangan usaha-usahaan. Sepi enggak sepi harus ditungguin. Jadi jangan coba-coba usaha, harus betul-betul komitmen dan yakin. Insyaallah, Allah memberi yang terbaik. Alhamdulillah dari hasil usaha ini bisa untuk menabung, biaya anak sekolah, beli tanah. Alhamdulillah, mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi,” kata Sartino dengan senyum bahagianya.

Dalam sehari, bakmi yang ia jual laku minimal 30 porsi yang ia hargai Rp. 17.000/porsi. Dan maksimal 70 porsi laku terjual. Selain makan langsung di warung, ia kerap banyak menerima pesan antar.

Tak lupa ia pun berterima kasih kepada PT. BPR Danaberkah Lestarri/BPR DBL yang telah ikut membantu dalam meningkatkan perekonomiannya.

“Saya tahu BPR DBL sudah sejak lama, namun karena merasa belum butuh, saya baru pinjam beberapa tahun lalu. Saya waktu itu pinjam untuk membeli sebidang tanah dan juga tambah modal. Alhamdulillah punya tanah disini dan dikampung juga ada,” ungkap pria kelahiran 1.979 ini menjelaskan.

“Menurut saya, pelayanan BPR DBL bagus. Cepat dan enggak lambat. Sesuai janjinya, katanya sepuluh hari dari pengajuan cair ya cair. Alhamdulillah, terima kasih BPR DBL. Perekonomian terus ada peningkatan. Mudah-mudah BPR DBL kedepan lebih maju, banyak nasabah dan masyarakat yang terbantu,” sambung Sartino menyampaikan pesan-kesannya kepada BPR DBL. Mi’roji

Tags:

Leave a Response