Tips Atur Keuangan Jelang Lebaran

Jelang hari raya, umumnya sebagian besar karyawan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) sebelum hari raya tiba. Dengan diterimanya bonus tersebut, berbagai penawaran menarik dari toko-toko ataupun pusat perbelanjaan mulai marak, terkadang hal tersebut sangat menggoda dan tanpa disadari membuat kita cenderung lebih konsumtif.

Untuk menyikapi hal-hal tersebut, maka kita harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Karena pendapatan dan kebutuhan setiap orang dapat berbeda, maka sesuaikanlah gaya hidup kita dengan pendapatan yang kita miliki. Pertimbangkan matang-matang segala pengeluaran kita berdasarkan skala prioritas, agar tidak lebih besar pasak daripada tiang, yang pada akhirnya justru menjerumuskan kita dalam kondisi yang serba kekurangan.

Berikut ini tips atur keuangan jelang Lebaran yang kami kutip dari accnews pada Rabu (29/06):

  1. Pisahkan Gaji dengan THR

Saat menjelang hari raya Lebaran, umumnya kita menerima gaji hingga dua kali lipat. Yaitu gaji pokok bulanan dan THR (senilai hingga satu kali gaji). Pisahkanlah antara gaji dengan THR. Gunakanlah gaji pokok untuk membiayai berbagai kebutuhan dan rutinitas bulanan seperti biasa. Karena sudah terencana dengan baik setiap bulannya, maka kita dapat dengan lebih mudah mengelolanya. Lalu prioritaskan THR untuk membayarkan kewajiban dan pengeluaran ekstra saat merayakan Lebaran. Kewajiban antara lain dapat berupa :

Bayar Zakat

Zakat adalah hal utama yang disisihkan ketika Anda mendapatkan THR. Karena THR adalah penghasilan tahunan, maka jika telah mencapai nisab (jumlah wajib zakat), hitung dan keluarkan Zakatnya. Namun jika Anda terbiasa mengeluarkan zakat tiap bulan, maka zakat dari THR akan lebih besar.

Bayar THR

Selain menerima THR, Anda juga memiliki kewajiban untuk membayar THR kepada orang-orang yang bekerja untuk Anda (Bila ada). Seperti pembantu rumah tangga, supir pribadi ataupun secara sukarela kepada orang-orang lain yang memiliki jabatan di tingkat dasar atau berpendapatan rendah di tempat Anda bekerja seperti OB (Office Boy).

  1. Sisihkan Dana Untuk Pembayaran Wajib

Selain membayar iuran wajib bulanan seperti listrik atau air, barangkali Anda memiliki cicilan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Untuk memudahkan Anda mengatur keuangan, tetaplah pada jalurnya dan gunakan gaji pokok untuk membiayai cicilan tersebut seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Usahakanlah untuk mengutamakan hal ini, karena kelalaian dalam membayar cicilan dapat menjerat Anda dengan beban bunga yang besar.

  1. Membuat Anggaran Untuk Hari Raya

Disinilah THR yang Anda terima juga memegang peranan penting. Bijaklah dalam memperhitungkan penggunaan THR Anda. Gunakan sisa THR Anda untuk membiayai pengeluaran tambahan yang dibutuhkan saat Hari Raya. Utamakanlah skala prioritas dan hindari keinginan semata untuk berfoya-foya dengan membeli barang-barang baru yang belum tentu dibutuhkan untuk jangka panjang.

  1. Hindari Hutang

Saat Hari Raya, terkadang sebagian dari kita memiliki tuntutan gaya hidup yang lebih demi status social, seperti berusaha tampil dengan sesuatu yang baru. Keinginan tersebut tentunya memaksakan kita untuk mengeluarkan banyak uang, dan bahkan juga melampaui batas kemampuan kita.

Sebaiknya hindari keinginan tersebut jika Anda tidak dapat menyanggupinya, kebanggaan tersebut hanya dapat dinikmati sesaat dan tidak menutupi kemungkinan akan hadirnya orang lain dengan sesuatu yang lebih lagi. Hal ini akan terus berlangsung dan akhirnya Anda hanya akan merugikan diri sendiri.

  1. Maksimalkan THR Dengan Berinvestasi

Menurut sejumlah konsultan perencana keuangan, sebuah keluarga harus dapat mengelola uang THR sebagaimana mengelola gaji bulanan biasa (100%), minus hutang maksimal (30%), minus investasi minimal (10%) (Investasi dapat dilakukan dengan cara deposito di BPR DBL, bunga 9,25% dengan hadiah menarik berupa smartphone gratis tanpa diundi) sehingga sisa uang THR yang digunakan untuk berlebaran sebesar 60% saja.

Untuk menghindari berbagai godaan berbelanja termasuk membeli hal-hal yang tidak diperlukan, sebaiknya pindahkan uang THR ke dalam rekening yang tidak ber-ATM.

Semoga tips-tips diatas dapat bermanfaat bagi kita agar dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak dan terencana. Selebihnya kita juga dapat mengendalikan diri dalam mengatasi kebiasaan berbelanja menjelang Hari Raya.

Leave a Response