Tips Keuangan Sebelum Usia 30-an

Seperti judulnya, mungkin artikel ini lebih tepat dibaca untuk anda yang berusia 30-an kebawah. Untuk anda yang diatas 30, enggak apa-apa, baca saja. Itung-itung tambah pengetahuan, hehe. Usia dua puluhan adalah masa yang tepat untuk merencanakan masa depan. Di usia ini, Anda juga disarankan untuk memperkaya pengalaman dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang yang terkadang membuat kondisi keuangan Anda berantakan. Namun, kebiasaan buruk mengelola keuangan di usia dua puluhan sebaiknya Anda ubah sebelum Anda memasuki usia kepala tiga.

Perlu diketahui, berada di usia tiga puluhan akan berbeda. Anda menjadi lebih bertanggung jawab dan sedikit lebih serius dalam melihat kehidupan. Anda akan menyadari bahwa anak-anak, keluarga, pernikahan, membeli rumah adalah topik utama diskusi yang sering Anda perbincangkan bersama teman-teman Anda.

Jika Anda sudah mahir dalam mengelola keuangan di usia dua puluhan, Anda akan tidak begitu stres dan jauh lebih menyenangkan ketika menginjak umur 30-an. Namun, jika Anda tidak belajar mengelola keuangan pribadi Anda di usia dua puluhan, tidak hanya di usia 30-an, Anda akan berpotensi mengalami masalah keuangan seumur hidup Anda.

Nah, sebelum semua itu terjadi, berikut kami bagikan Tips Keuangan Sebelum Usia 30-an, seperti dikutip dari tonfeb.com pada Rabu (31/08).

Mengenal profil keuangan pribadi

Pertama, kenali dulu profil keuangan pribadi Anda. Berapa banyak pendapatan serta pengeluaran Anda. Jangan sampai terjebak pepatah “Besar pasak daripada tiang.” Mengenal profil keuangan pribadi juga berarti: Apakah uang yang Anda habiskan membuat Anda senang? Apakah Anda pintar menabung? Apakah pengeluaran Anda selama ini karena kebutuhan atau memang keinginan sesaat?

Menulis tujuan keuangan Anda

Setelah Anda memiliki pemahaman tentang keuangan pribadi Anda, maka Anda dapat mulai merencanakan masa depan keuangan Anda. Tuliskan tujuan keuangan Anda, jangka pendek, menengah dan tujuan jangka panjang. Kerangka waktu yang Anda tetapkan untuk tujuan-tujuan ini harus disesuaikan dengan kodisi keuangan Anda sekarang.

Mengerem pengeluaran yang boros

Hentikan kebiasaan buruk belanja yang tak terkendali. Semakin cepat Anda berhenti untuk berfoya-foya ketika belanja, semakin baik pula kondisi finasial Anda.

Berhemat

Jika Anda berada di usia dua puluhan, sudah saatnya Anda belajar untuk mengelola keuangan serta meminimalisir pengeluaran. Pencatatan keuangan perlu Anda lakukan untuk melacak pengeluaran Anda. Jangan sampai kondisi keuangan Anda hancur dan Anda tidak tahu penyebabnya.

Pelajari tentang investasi

Untuk menciptakan kekayaan jangka panjang yang Anda butuhkan adalah belajar tentang investasi. Karena jenis investasi sangat beragam, Anda juga harus memperhatikan kelebihan dan kekurangan masing-masing investasi. Salah satu cara investasi yang aman dan menguntungkan adalah dengan Deposito BPR DBL.

Pelajari cara mengelola hutang

Hindari meminjam uang untuk membeli aset yang mudah menyusut. Gunakan uang pinjaman untuk berinvestasi di bidang properti serta bisnis lain yang nilainya semakin meningkat.

Ikut asuransi dan siapkan dana untuk berjaga-jaga

Konsep ‘dana darurat’ seringkali tidak pernah terpikir di usia 20-an. Jika terjadi keadaan darurat biasanya orang tua Anda akan mengatasinya. Namun itu semua berubah di usia tiga puluhan. Untuk perlindungan diri dan masa depan Anda, sudah selayaknya Anda ikut dalam program asuransi.

Stop bergantung pada orangtua

Di usia 30-an, sudah semestinya Anda berhenti menggantungkan keuangan pribadi pada orangtua. Di usia ini Anda seharusnya sudah memiliki penghasilan sendiri dan bisa menabung untuk masa depan.

Jangan sampai pekerjaan menjadi belenggu

Bila Anda berinvestasi di masa depan Anda dengan tujuan untuk mencapai kebebasan finansial, maka Anda harus pintar mengelola waktu. Sebelum usia tiga puluh, Anda harus mulai menabung dan berinvestasi sekarang. Nikmati pekerjaan Anda sekarang demi masa depan yang cerah.

Pola pikir dalam memandang uang

Pola pikir Anda melihat uang di usia dua puluhan sangatlah penting. Mulailah membangun pola pikir yang sehat dalam melihat uang. Uang akan semakin berlipat jika Anda pintar mengelolanya dan bukan sekadar pintar menghabiskannya.

Leave a Response