BI Turunkan Uang Muka KPR

Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan uang muka kredit kepemilikan rumah (KPR). Keputusan tersebut dikeluarkan setelah pemerintah meluncurkan paket deregulasi ekonomi jilid XIII yang fokus pada pemenuhan kebutuhan papan masyarakat.

Bank sentral secara resmi mengatur ketentuan rasio nilai pinjaman dari aset (loan to value/ LTV) kredit pemilikan rumah pertama menjadi 85 persen. Dengan demikian, uang muka yang harus dibayarkan nasabah menjadi 15 persen dari total harga rumah, turun dari ketentuan sebelumnya sebesar 20 persen.

Tak hanya itu, BI juga menurunkan uang muka KPR kedua menjadi 20 persen dari sebelumnya 30 persen, sedangkan kredit rumah ketiga serta seterusnya menjadi 25 persen dari ketentuan sebelumnya 40 persen.

“Selain penurunan uang muka rumah pertama, relaksasi LTV juga mengurangi jarak uang muka antara rumah pertama, kedua, ketiga dan seterusnya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Filianingsih Hendarta, seperti dikuitp dari koran-jakarta.com pada Kamis (01/09)

Menurut Fili, penyesuaian LTV tersebut tercantum dalam Peraturan BI (PBI) Nomor 18/16/PBI/2016 yang dikeluarkan pada 29 Agustus 2016. Fili mengatakan relaksasi kredit perumahan ini dapat melengkapi stimulus dari pemerintah untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Sasaran dari relaksasi ini, permintaan masyarakat dapat meningkat, serta laju kredit perbankan juga dapat terus tumbuh. Relaksasi menyasar sektor properti karena sektor ini memiliki efek pengganda manfaat ekonomi (multiplier effect) yang besar terhadap sektor lain seperti sektor konstruksi, industri, dan juga jasa keuangan. “Kita tidak ingin melewatkan momentum mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial,” imbuhnya.

(Untuk anda yang ingin memiliki rumah dengan cara KPR, Klik KPR BPR DBL. Lokasi rumah sesuai pilihan anda)

Sumber: koran-jakarta.com

Leave a Response