OJK Ambil Alih BI Checking

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pada tahun 2018 akan menguasai penuh sistem informasi debitur (SID) atau yang kenal dengan BI Checking. Hal tersebut juga sebagai aturan untuk mengatur dan mengawasi perkembangan jenis usaha sektor jasa keuangan yang menggunakan kemajuan teknologi atau financial technology (fintech).

“BI checking itu sudah menjadi kewenangan OJK sekarang,” kata Rahmat Waluyanto selaku Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, seperti dikutip dari okezone.com pada Senin (10/10)

Ia juga menambahkan,  pada 2018 SID akan diubah namanya menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Beralihnya kewenangan BI checking ke OJK lantaran kegiatan jasa keuangan yang masuk dalam fintech 2.0 sudah sepenuhnya di bawah pengawasan OJK. Seperti perbankan, pasar modal, IKNB, e-banking, laku pandai, digital branch, e-stocks bonds mutual fund trading, e-gadai, e-LKM, e-penjamin dan e-asuransi.

Sebelum pengalihan, OJK tengah membangun infrastruktur SLIK terlebih dahulu.

“Kita harus membangun kapasitas IT, jadi kami menitipkan ke BI sampai 2018,” ujar Rahmat.

Menurutnya, SLIK akan menjadi lebih lengkap dalam mengontrol setiap transaksi keuangan dalam industri jasa keuangan.

“Ini setelah 2018, sekarang sedang kita bangun, jadi 2018 awal SID akan hilang di BI, launching Juni 2017, fintech nanti ada di OJK dan bisa diintegrasikan dengan SLIK ini,” pungkasnya.

(Butuh Pinjaman? Klik Kredit Multiguna. Pinjaman mulai 5 Juta-1 Miliar, jaminan SHM/BPKB)

Sumber: okezone.com

Leave a Response